Saturday, 4 Sep 2010   Home
Search PDS Surabaya
Calon Anggota DPRD
PDS untuk Pemilu
Lain Lain
Login Form
Username

Password

Remember me
Password Reminder
Statistics
Members: 11
News: 3275
WebLinks: 1
Visitors: 1129783
Who's Online
We have 9 guests online


Selamat Datang
Selamat Datang di website DPC PDS Surabaya

Website ini dipersembahkan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi yang diperlukan bagi internal partai, partisipan/anggota PDS pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

Ketua  DPC PDS Kota Surabaya
Kampanye Terakhir, PDS Bersih-bersih Sungai PDF Print E-mail
Written by Daniel   
Saturday, 4 Apr 2009

Juga Ajak Kaum Marginal Nonton Bareng Film “Wakil Rakyat”

SURABAYA – Di kampanye terakhirnya, Partai Damai Sejahtera (PDS) memanfaatkan kesempatan ini untuk bersih-bersih Sungai Tambak Asri dan Sungai Asemrowo, Sabtu (4/4) siang. Dalam kampanye simpatik yang bertema “PDS Peduli Lingkungan” ini, para caleg PDS bahkan tak segan-segan untuk terjun langsung ke sungai.

Para caleg PDS tersebut, Tilly Kasenda (Caleg DPR RI, Nomer 2, Dapil Jawa Timur I, Surabaya-Sidoarjo), Ir Marcus Remiasa, SE, MSi (Caleg DPRD Jatim, Nomer 1, Dapil Jawa Timur I, Surabaya-Sidoarjo), Dra. Sudarwati Rorong, MM (Caleg DPRD Surabaya, Nomer 1, Dapil I), Tonny Tamatompol, SH (Caleg DPRD Surabaya, Nomer 2, Dapil 5), dan Ellyas Mustamu, SH (Caleg DPRD Surabaya, Nomer 2, Dapil 2).

Dengan sarana transportasi delapan perahu, para caleg PDS mengawali bersih-bersih dari Sungai Tambak Asri. Dengan start bawah jembatan Tol Tambak Asri, para calon wakil rakyat tersebut bersama simpatisan, kader dan pengurus PDS terlihat bersemangat membersihkan sungai dari aneka sampah yang berserakan dan mengapung. Tanpa merasa jijik, tangan-tangan caleg terlihat sibuk memunguti sampah memakai jaring, kemudian menaruhnya di atas perahu khusus yang menampung sampah.

Menurut Daniel Lukas Rorong, Humas dan Koordinator Aksi, kampanye simpatik PDS ini sengaja dilakukan untuk menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Sekarang sudah tak jamannya menggelar kampanye terbuka. Apalagi pengerahan massa besar-besaran. Selain menghabiskan dana yang besar, model kampanye seperti ini tidak lagi efektif untuk mendulang suara,” kata Daniel.

Bahkan, lanjut Daniel, kampanye terbuka juga merugikan kepentingan umum, salah satunya memacetkan jalan. Untuk itu, pada kesempatan terakhir kampanye terbuka, para caleg PDS dihimbau untuk menggelar kampanye simpatik di daerah pemilhan masing-masing. Daniel menilai, pemilih sekarang lebih cerdas dan tidak bisa dibohongi lagi dengan janji-janji manis para caleg dalam masa kampanye.

Yang menarik lainnya, di sela-sela membersihkan Sungai Asemrowo dan Sungai Tambak Asri, perwakilan peserta aksi kampanye juga membentangkan pelbagai poster. Diantaranya bertuliskan, “Gunakan Hak Pilih Anda pada Pemilu 9 April 2009!”, “5 Menit Anda dalam Bilik Suara Menentukan Nasib Bangsa 5 Tahun ke Depan,”, serta “Jangan Golput! Tapi Jadilah Pemilih yang Cerdas!” Bahkan, ada juga kalimat yang bernada sindiran untuk tidak memilih caleg ‘busuk’, tidak pro rakyat, apalagi caleg yang terlibat skandal seks.

Sementara itu, Tilly Kasenda (Caleg DPR RI, Nomer 2, Dapil Jawa Timur I, Surabaya-Sidoarjo), menyesalkan maraknya iklan di media, khususnya salah satu partai yang mengaku-ngaku sebagai partai yang bebas korupsi.

“Kenyataan sebenarnya, hanya wakil rakyat dari PDS di DPR RI yang bebas dari perkara korupsi. Tapi sayang, PDS tidak punya dana kampanye yang besar untuk beriklan di media massa,” kata Tilly Kasenda, istri mantan Kepala Staf TNI-AL Laksamana TNI Rudolf Kasenda.

Nonton Film Bersama

Tak hanya bersih-bersih sungai, di kesempatan terakhir kampanyenya, para caleg PDS bersama kader, simpatisan, pengurus dan tim sukses masing-masing caleg juga memanfaatkannya untuk nonton film berjudul “Wakil Rakyat” di Tunjungan 21.

Dengan mengajak sekitar 100 kaum marginal, diantaranya perwakilan dari Pekerja Seks Komersial (PSK), mucikari, tukang becak, pengamen jalanan, tukang sampah dan kaum waria, keakraban serta kebersamaan nampak diantara mereka. Seakan tak ada lagi perbedaan.

“Ini sekaligus memberikan pendidikan politik pada kaum marginal melalui film yang dibintangi oleh Tora Sudiro itu. Supaya mereka bisa ‘melek’. Tidak alergi lagi dengan dunia politik. Agar tidak memilih jalan golput. Dan yang terpenting, tidak lagi salah memilih wakil rakyat,” ujar Dra. Sudarwati Rorong, MM (Caleg DPRD Surabaya, Nomer 1, Dapil I).

Sudarwati Rorong yang juga Wakil Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Damai Sejahtera Surabaya ini juga berharap agar kreator-kreator film nasional dapat memproduksi film-film berkualitas seperti “Wakil Rakyat” dan “Naga Bonar Jadi 2”.

“Jangan hanya film-film yang bertema horor dan percintaan remaja saja,” kata Sudarwati sembari menambahkan bahwa acara nonton film bersama ini dapat dijadikan sebagai ajang resfreshing bagi para caleg dan tim sukses setelah melakukan sosialisasi sejak Juli 2008 lalu.

“Biar kami tidak stress dan tidak menjadi calon penghuni Rumah Sakit Jiwa. Karena pada dasarnya, para caleg PDS sudah siap menang dan siap kalah,” tegas Sudarwati yang berharap agar banyak keterwakilan kaum perempuan sebagai wakil rakyat dalam Pemilu 2009 ini.

“Karena sekarang saatnya kaum perempuan menjadi wakil rakyat. Untuk itu, pilih caleg perempuan,” ujar Sudarwati yang juga seorang guru ini.

Yang menarik, usai nonton film, Fatimah (35 tahun), salah satu kaum marginal mengatakan bahwa ia baru kali pertama menonton film di cineplex mewah seperti Tunjungan 21, yang berada di lantai 5 Plasa Tunjungan 3 (TP 3).

“Jangankan nonton film disini, masuk ke Tunjungan Plasa saja tidak pernah,” kata Fatimah yang berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Lokalisasi Tambak Asri Surabaya ini.

Hal senada juga diungkapkan Nardi (34 tahun). Bahkan pemulung yang juga tinggal di Lokalisasi Tambak Asri Surabaya ini hampir saja ketiduran di dalam studio cineplex.

“Habis, hawanya dingin sih. Belum lagi kursinya yang empuk,” katanya sambil tersenyum.

Target Kursi

Sementara ketika disinggung soal target kursi yang ingin direbut PDS, Ir Marcus Remiasa, SE, MSi (Caleg DPRD Jatim, Nomer 1, Dapil Jawa Timur I, Surabaya-Sidoarjo), optimis dapat meraih delapan kursi di DPRD Surabaya, dan dua kursi DPRD provinsi dari dapil I Surabaya dan Sidoarjo."Sedangkan untuk DPR RI dari Dapil Jatim I, Sidoarjo-Surabaya, kita target bisa 2 kursi," ungkap Marcus yang juga dosen pengajar di Universitas Kristen Petra Surabaya.

Keyakinan tersebut, lanjut Marcus yang juga Sekertaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PDS Jawa Timur ini, dikarenakan PDS adalah partai terbuka yang bisa menerima semua golongan. "Banyak juga caleg kita yang non Kristen," katanya.  

Sekadar diketahui, pada Pemilu 2004 lalu, PDS berhasil meraih 13 kursi di DPR RI sekaligus berhak membentuk satu fraksi. Di tingkat provinsi PDS meraih 52 kursi DPRD Tingkat I dan di kabupaten/kota meraih 329 kursi DPRD Tingkat II.Sedangkan dalam proses pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilaksanakan sejak tahun 2005 hingga Juni 2008, PDS (berkaoalisi dengan partai lain) berhasil memenangi 63 rivalita, di antaranya delapan gubernur, serta 55 walikota dan bupati.

Perjuangan PDS juga berhasil merubah jadwal Pemilu dari 5 April 2009 (pada hari Minggu) menjadi hari Kamis 9 April 2009.

Last Updated ( Thursday, 9 Apr 2009 )
RENUNGAN : BAHAGIA John C. Maxwell suatu ketika pernah menjadi seorang pembicara di sebuah seminar bersama istrinya. Ia dan istrinya, Margaret, di minta menjadi pembicara pada beberapa sesi secara terpisah. Ketika Maxwell sedang menjadi pembicara, istrinya selalu duduk di barisan terdepan dan mendengarkan seminar suaminya.  Read more...



RENUNGAN : Jangan Berhenti Berdoa ”mereka (semua yang taat pada Tuhan) akan Kubawa ke gunungKu yang kudus dan akan Kuberi kusukaan di rumah doaKu. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbahKu, sebab rumahKu akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.” Yesaya 56:7  Read more...

Info DPC
Polling
Apakah kinerja Pemerintahaan SBY sudah dapat di katakan maksimal dalam memberantas Korupsi?
  



Copyright © PDS Surabaya™ 2004-2010