Saturday, 4 Sep 2010   Home arrow Anggota arrow [ Selasa, 14 April 2009 ]
Search PDS Surabaya
Calon Anggota DPRD
PDS untuk Pemilu
Lain Lain
Statistics
Members: 11
News: 3275
WebLinks: 1
Visitors: 1129785
Who's Online
We have 16 guests online


[ Selasa, 14 April 2009 ] PDF Print E-mail
Written by Daniel   
Friday, 17 Apr 2009

Menebak Wajah Calon Penghuni Gedung DPRD Kota Surabaya (2)

Dua Incumbent PKB Bersaing, Alyas Tunggu Garis Tangan

Beberapa incumbent yang maju dari daerah pemilihan (dapil) 2 sangat berpeluang untuk tetap bertahan di gedung Yos Sudarso. Namun, ada juga wajah-wajah baru yang memiliki kans kuat menggusur wajah lama. Siapa saja? Berikut prediksi caleg jadi dari dapil 2.

SAMA dengan dapil 1, dapil 2 juga memperebutkan 11 kursi. Kecamatan yang masuk dapil itu adalah Tambaksari, Kenjeran, Bulak, Semampir, dan Pabean Cantikan. Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di dapil 2 mencapai 610.442 pemilih.

Mengacu real count tim IT PKS dan diolah Jawa Pos, jika diasumsikan potensi golput 40 persen (mengacu Pemilu 2004), jumlah suara sah di dapil 2 sekitar 366.265 orang. Dengan demikian, prediksi BPP di dapil 2 sebesar 33.296 suara. Angka BPP tersebut didapatkan dari jumlah suara dibagi jumlah kursi. BPP itu masih bisa bergeser. Jika total golput besar, BPP makin kecil. Sebaliknya, jika golput lebih kecil, BPP makin besar.

Dari data yang diolah Jawa Pos, Partai Demokrat diperkirakan mendulang tiga kursi dari dapil 2. Lantas, siapa caleg yang berpeluang jadi? Berdasar real count Partai Demokrat sampai pukul 14.00 kemarin (13/4), Irwanto Limantoro ditempatkan sebagai kandidat kuat. Dengan perolehan 2.820 suara, sejauh ini dia unggul dibanding caleg Partai Demokrat se-dapil.

Di posisi kedua, ada nama Solihan yang menjadi nomine karena mengantongi 2.009 suara atau 7,18 persen. Padahal, di daftar caleg, Solihan berada di nomor paling buncit, yakni nomor 13. Toh, lelaki asal Kecamatan Kenjeran tersebut meraih suara cukup signifikan dan membuka kans menuju gedung dewan.

Di urutan ketiga ada Mochamad Anwar. Pemilik nomor urut dua tersebut mendapat 1.774 suara (6,34 persen). Ketiga nomine kuat anggota dewan dari dapil 2 Partai Demokrat tersebut adalah wajah-wajah baru. Tidak seorang pun di antara mereka yang menjabat anggota dewan sebelumnya. Di dapil itu memang tidak ada nama caleg incumbent dari Partai Demokrat. Semua wajah baru.

Peraih suara kedua terbanyak di dapil 2 diperkirakan adalah PDIP. Berdasar olah statistik Jawa Pos, partai bernomor urut 28 tersebut akan mendulang dua kursi. Kandidat kuat yang diprediksi melenggang menjadi anggota dewan adalah Baktiono. Dia adalah wajah lama. Informasi yang didapat, wakil ketua komisi D tersebut dipastikan mendapat contrengan lebih dari 5 ribu suara. Saat dikonfirmasi, Baktiono mengakui bahwa sejauh ini dirinya masih berada di urutan teratas dalam perolehan suara antarcaleg PDIP se-dapil.

''Dari Kecamatan Tambaksari dan Kenjeran saja, data yang saya kumpulkan mencapai 6.700 suara,'' ungkapnya. Sedangkan jatah kursi kedua untuk PDIP dari dapil 2, diperkirakan terjadi persaingan ketat antara Untung dengan Khusnul Khotimah. Dari data kualitatif dan kuantitatif, capaian suara dua nama kader PDIP di dapil itu sampai saat ini saling kejar.

M. Arif, tim sukses Khusnul Khotimah, mengklaim bahwa Khusnul telah meraih 4.200 suara. ''Suara peringkat kedua di dapil 2 setelah Pak Baktiono,'' ujarnya.

Pesaing terdekat Khusnul, Untung, sampai pukul 18.00 kemarin (13/4) baru mendapat 3.500 suara. Namun, Untung tetap optimistis. ''Tapi, data itu kan masih sementara. Jatah kursi PDIP di dapil 2 kan juga belum pasti. Bisa lebih dari dua. Saya masih optimistis bisa lolos,'' ungkapnya.

Soal siapa caleg PDIP yang bakal lolos, baik Untung maupun Khusnul adalah wajah baru. Di dapil 2 itu sebetulnya ada nama Agus Kadarisman dan Srihono Yularko. Namun, melihat pergerakan suara yang didapat, peluang kedua incumbent itu disebut-sebut tipis.

Bagaimana dengan PKB? Partai bernomor urut 13 tersebut diprediksi mendapat satu jatah kursi dari dapil 2. Dua caleg wajah lama diperkirakan bersaing berebut jatah satu kursi itu. Yakni, Ali Ja'cub (ketua komisi B) dan Musrifah (anggota komisi B). Data yang didapat Jawa Pos, penghitungan dukungan suara untuk dua nama kader PKB itu pun disebut-sebut saling kejar. Namun, hingga berita ini ditulis, suara ke Musrifah masih lebih banyak.

Menurut Musrifah, penghitungan suara yang dilakukan timnya sampai sekarang belum selesai. ''Namun, sampai pukul 18.00 (13/4), suara yang masuk dari Kecamatan Semampir saja sudah 6.447,'' kata perempuan yang beralamat di Jalan Nyamplungan itu. Dengan raihan suara tersebut, dia mengaku optimistis bisa melenggang kembali ke gedung dewan.

Dari dapil 2, PKS juga diprediksi mendapat satu kursi dari sisa suara. Nomine kuat untuk caleg PKS di dapil 2 adalah wajah lama, yakni Akhmad Suyanto. Berdasar real count tim PKS sampai pukul 14.00 kemarin (13/4), Suyanto mendapat 1.528 suara. Jumlah itu jauh dibanding caleg PKS lain di dapil 2.

Partai Damai Sejahtera (PDS) juga bakal mendapat limpahan satu kursi dari hasil sisa suara. Meski di dapil itu suaranya relatif kecil, PDS diperkirakan bisa meraih satu kursi. Dan caleg dari PDS di dapil 2 yang memiliki kans kuat juga incumbent, yakni Sugijono. Sampai pukul 19.00 tadi malam, pemilik nomor urut 1 caleg PDS di dapil 2 itu telah meraih hampir 2.000 suara. ''Ya saya masih yang tertinggi dibanding caleg PDS lain di dapil dua,'' ungkapnya.

Parpol lain yang juga diperkirakan mendapat satu kursi adalah Partai Golkar. Karena tidak mencapai BPP, satu kursi itu bakal didapat dari rebutan tertinggi sisa suara dengan parpol lain. Dua tokoh Golkar bersaing untuk merebut satu kursi tersebut. Yakni, Ketua DPD Partai Golkar Surabaya Edie Budi Prabowo dan Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Muhammad Alyas.

Berdasar data yang didapat Jawa Pos, sampai pukul 13.00 kemarin, Edie sudah mendapat 4.000 suara. Sedangkan Alyas sampai pukul 18.00 baru mendapat 2.700 suara. Dengan demikian, dapat diprediksi, Edie-lah yang sangat mungkin melaju ke gedung dewan. Namun, Alyas mengaku dirinya masih optimistis bisa mempertahankan kursinya di dewan. ''Secara pribadi, saya sudah ikhlas dan legawa menerima apa pun hasil pileg. Menunggu garis tangan saja,'' ujarnya.

Nasib PAN di dapil tersebut juga diperkirakan berebut satu kursi dari sisa suara. Kandidat kuat anggota dewan dari PAN adalah wajah lama, Muhammad Zahrus Faisal. Dia mengklaim menjadi caleg PAN peraih suara terbanyak di dapil 2. ''Dari penghitungan sementara, saya sudah mendapat 1.750 suara. Itu yang tertinggi dibanding caleg PAN lain di dapil saya,'' jelasnya.

Pesaing Zahrus adalah Usman Hakim, wajah baru yang suaranya disebut-sebut terus membuntuti suara Zahrus.Di antara jatah sebelas kursi di dapil 2, sisa satu kursi mungkin diambil PPP. Calon kuat anggota dewan dari PPP adalah Buchori Imron. Saat ini, pemilik nomor urut 2 tersebut meraih lebih dari 4 ribu suara. Buchori bersaing ketat dengan Moch. Amin dan Syaiful Bahri. ''Ya jumlah itu masih sementara karena belum terpantau semua,'' ujar Buchori.

Tentu, wajah-wajah tersebut baru sebatas prediksi. Sangat mungkin terjadi pergeseran-pergeseran peringkat caleg separtai yang lolos ke gedung dewan. Sebab, penghitungan masih terus berjalan. Namun, untuk jumlah perolehan kursi masing-masing parpol di dapil 2 itu, penyimpangannya relatif tidak akan besar. (uri/hud)

Sumber : www.jawapos.co.id

Last Updated ( Friday, 17 Apr 2009 )
Copyright © PDS Surabaya™ 2004-2010