|
SURABAYA - Pada 2010, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya akan dijadikan tempat bersandarnya kapal pesiar, salah satunya kapal persiar asal Monaco. Ini dikarena seiring upaya PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Persero telah menjadikan Surabaya sebagai salah satu destinasi (tujuan) kapal pesiar asal monaco.
"Selain Tanjung perak, ada tiga pelabuhan lain yang dijadikan sandarnya kapal pesiar mereka, di antaranya Tanjung Emas, Benoa, dan Lembar," kata Humas PT Pelindo III (Persero), Iwan Sabatini di Surabaya, Jumat, (6/11). Iwan menjelaskan, bersandarnya kapal yang berangkat dari Monaco itu rencananya mengangkut 884 orang wisatawan. "Jumlah itu belum ABKnya, kemungkinan kapal pesiar itu membawa sekitar 250 ABK," ujarnya Menurutnya, Surabaya memiliki potensi menjadi salah satu tujuan (destinasi) kapal pesiar yang melintas di perairan nasional karena Surabaya mempunyai beragam daya tarik wisata. "Kalau kita bisa membelokkan rute perjalanan kapal pesiar tersebut ke Surabaya, maka pertumbuhan ekonomi kota ini bisa meningkat," paparnya. Lebih lanjut Iwan mengatakan, selama ini rute perjalanan kapal pesiar yang datang ke Asia antara lain Singapura-Thailand-Hongkong dan Singapura-Semarang-Bali-Australia. "Dalam satu kali kedatangan, tiap kapal pesiar yang terdiri dari minimal 10 lantai itu dapat mengangkut sekitar 2.000 orang," katanya. Melihat banyaknya aktifitas kapal pesiar yang bersandar di Tanjung Perak, Pelindo III meminta kepada pemerintah Kota Surabaya agar segera mempersiapkan segala potensi yang dimiliki kota ini khususnya wisata alam. Selama ini, mayoritas para pengguna kapal itu berusia di atas 45 tahun dan berasal dari sejumlah negara di Benua Amerika dan Eropa. "Untuk itu, ada baiknya pemerintah menata ulang Pantai Kenjeran atau menambah keindahan di kaki Jembatan Tol Suramadu. Hal tersebut karena beberapa tahun lalu Pantai Camplong Sampang pernah menjadi tempat tujuan kapal pesiar mereka," imbuhnya. Rencananya, pada Maret 2010 perairan Indonesia akan menjadi lintasan perjalanan satu unit kapal pesiar. ”Sampai sekarang belum tahu pasti data detail warga negara mana yang akan berkunjung. Selama ini kedatangan kapal pesiar menjadi simbol kepercayaan negara lain terhadap tingkat keamanan di daerah itu," katanya. |