|
Sumbang Kursi Roda pada Penderita Cacat Fisik dan Mental SURABAYA - Disaat banyak pihak melakukan unjuk rasa menyikapi 100 hari pemerintahan SBY-Boediono, Yayasan Pondok Kasih (YPK) malah berbuat sosial, Kamis (27/1) siang. Mengambil lokasi kumuh di kawasan jembatan tol Dupak, para relawan YPK terlihat sibuk menebar kasih dan melayani warga miskin Lasem Baru yang masuk di wilayah RT.20, RW.5, Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan.
Pelbagai aktifitas sosial digelar di kawasan kumuh yang berada persis di samping Bozem Morokrembangan di Utara Surabaya ini. Mulai dari penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis sampai pemberian bantuan kursi roda. Warga pun terlihat antusias saat salah satu relawan memberikan penyuluhan seputar cara mencuci tangan yang benar. Mulai dari mengusap bagian-bagian telapak tangan dan jari sampai cara membilas. “Usahakan pakai air kran yang mengalir ya, bapak-bapak dan ibu-ibu. Dan jangan lupa, pakai sabun waktu mencuci tangan ya,” ujarnya sambil mempraktekkan. Sementara di lokasi yang sama, warga pun terlihat bergantian memeriksakan dirinya. Hari, misalnya, bapak 2 putra ini mengeluhkan bagian perutnya yang sudah dua bulan ini selalu perih di jam-jam tertentu. “Sampai-sampai, saya pernah muntah darah, dok,” keluhnya pada dr. Handoko yang kebagian melayani sesi pengobatan gratis. Lain halnya dengan Wati (50). Ibu paruh baya yang kelihatan kesulitan dalam berjalan ini mengeluhkan kakinya yang sudah 3 bulan ini membengkak di bagian paha. dr. Handoko pun terlihat dengan sabar mendengarkan keluhan 250 pasien, mulai dari balita sampai orang tua ini. Dan kebanyakan dari mereka mengidap penyakit batuk, gatal-gatal, diare sampai ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan). “Maklum, hal ini dipengaruhi kondisi pemukiman mereka yang kumuh. Selain faktor kurangnya pemahaman mereka akan pentingnya menjaga kebersihan, terutama mencuci tangan sebelum makan,” kata dr. Handoko yang sudah satu tahun lebih ini menjadi relawan tim kesehatan Yayasan Pondok Kasih (YPK). Pembagian Kursi Roda Tak hanya sampai disitu, aksi sosial berupa pembagian kursi roda gratis pun digelar di lokasi yang sama. Salah satu sasarannya, Yohana. Putri pertama dari Sukir (50) dan Siti (45) ini terlihat wajahnya sumringah (berseri-seri) saat diberi kursi roda yang diserahkan langsung oleh Dr. Hana Amalia Vandayani Ananda, Ketua Yayasan Pondok Kasih (YPK). Bahkan gadis 20 tahun ini sampai bergerak kesana-kemari di atas kursi roda yang baru diterimanya itu. Meski bibirnya terucap dengan arti yang sulit dimengerti, tapi yang pasti, Yohana ingin mengucapkan banyak terima kasih. “Begitu tahu, ada warga sini yang mengalami cacat fisik dan mental seperti itu, kami langsung trenyuh dan langsung menyalurkan bantuan ini,” kata Hana sembari matanya terlihat berkaca-kaca menahan tangis. Apalagi, lanjut Hana, sudah lebih dari 19 tahun, Yohana tidak pernah beranjak dari tempat tidurnya. Di rumah petak yang hanya berukuran 2 meterX2,5meter ini, sehari-hari Yohana hanya tergolek lemah tak berdaya. “Ironisnya, Yohana hampir tidak pernah melihat cahaya matahari,” ungkap Hana. Hal ini dikarenakan, kondisi fisik orangtuanya yang juga mengalami keterbatasan fisik pula. Siti (45), ibu Yohana mengungkapkan, sejak lahir putri semata wayangnya memang mengalami keterbelakangan mental. Belum lagi, kondisi fisiknya yang sudah cacat sejak lahir. Dan lagi-lagi, faktor ekonomilah yang menyebabkan orangtua Yohana tidak sanggup memeriksakan kesehatan anaknya ke rumah sakit. Bahkan, ketiga anaknya yang lain akhirnya meninggal dikarenakan sakit. “Terimakasih ya, Bu,” ujar Siti dengan nada terbata-bata sembari memeluk Hana Ananda. Menariknya, peristiwa mengharukan ini langsung disaksikan Dra. Maswita Djaja, MSc, Deputi Menkokesra yang saat itu ikut dalam rombongan Yayasan Pondok Kasih. Bahkan Deputi Menkokesra Bidang Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak ini mengungkapkan kekagumannya atas aksi sosial yang dilakukan oleh yayasan sosial yang bermarkas di kawasan Kendangsari, Surabaya ini. “Kami akui, pemerintah tak sanggup jika harus bekerja sendirian untuk mengatasi permasalahan-permasalahan sosial seperti ini. Harus ada kerjasama dari banyak pihak. Apalagi jumlah rakyat miskin di Indonesia sudah mencapai kisaran 34 juta,” ungkapnya. Sementara itu, diungkapkan Hana Ananda, saat ini pihaknya sudah menandatangani kerjasama dengan PPCI (Persatuan Penyandang Cacat Indonesia) untuk menyalurkan 300 kursi roda di 32 propinsi di Indonesia. “Tapi sebelumnya, kami telah menyalurkan sendiri 1000 lebih kursi roda ke pelbagai pihak, termasuk korban gempa Padang beberapa waktu lalu,” kata Hana sembari menambahkan bahwa kiriman 1000 kursi roda dari Free Wheel Chair Mission akan diterimanya lagi pertengahan Februari mendatang. |