|
Banyak Warga yang Menolak Konversi Surabaya - Perubahan sikap Bambang DH yang mendukung program konversi minyak tanah ke elpiji ternyata ada maksudnya. Melunaknya sikap Bambang ini ternyata karena pihak Pertamina akan memberikan bantuan untuk Pemkot Surabaya.
"Pertamina sudah menjanjikan dana sebesar Rp 1 Miliar untuk pembangunan Taman di Surabaya dalam waktu dekat ini," aku Bambang di sela-sela acara Grand Launching Konversi Minyak Tanah ke Elpiji di Lapangan Putro Agung, Kecamatan Tambaksari, Senin (26/11). Gubernur Jatim Imam Utomo, Wakil Direktur Utama Pertamina Iin Arifin Takhyan dan beberapa kepala Daerah Tingkat Dua di Jatim juga tampak hadir dalam acara tersebut. Sebelumnya, Bambang sempat bersikap garang menolak program tersebut. Bambang baru bersedia memberi izin apabila Pertamina berjanji akan menjamin ketersediaan minyak tanah dan gas elpiji. Bambang berharap, setiap warga miskin yang tercatat di Surabaya dapat memanfaatkan pemberian paket kompor gas tersebut. Sebanyak 482 paket kompor gas dan tabungnya dibagikan bersamaan dengan dilaunchingnya program ini. Sebelumnya program ini telah di soft lauch di Sidoarjo pertengahan September lalu. Saat ini program pencacahan dan pembagian telah dilaksanakan di Sidoarjo, Gresik, Malang dan Surabaya. Meski telah didukung Bambang DH, namun masih ada warga yang mempersoalkan konversi minyak tanah ke elpiji ini. Salah satu Lurah di Kawasan Pakal, Benowo mengungkapkan bahwa di tingkat masyarakat bawah masih banyak yang belum mau menerima program konversi ini. "Banyak penolakan karena mereka merasa tidak mampu beli gas pertabung. Kalau mitan kan bisa beli eceran perliter, sedang elpiji tidak bisa beli eceran," ungkap pejabat yang tidak mau disebutkan namanya itu. Secara terpisah Endri Suryanto, salah seorang warga Benowo juga menolak program konversi tersebut. "Masyarakat banyak yang belum siap dengan elpiji. Kalau dipaksakan saya yakin pasti banyak masalah. Kejadian di Jakarta di mana paket kompor dan tabung dijual lagi ke penadah, bisa juga terjadi di Surabaya," ungkap pria berkumis ini. Endri juga menilai bantuan Rp 1 miliar untuk pembangunan taman di Surabaya masih kecil nilainya untuk BUMN sebesar Pertamina. "Masak kalah sama telkom yang konon menyumbang sekitar lima miliar untuk Kota Surabaya," tambahnya. Bahkan Endri berpendapat bahwa sebetulnya masyarakat Surabaya bisa mengumpulkan uang Rp 1 miliar. "Yang mau dikonversi kan 460.000 KK, kalau satu KK urunan dua ribu sudah dapat satu milyar lebih," pungkasnya. Di Surabaya ini, 110.000 KK masyarakat miskin dari total 460.000 KK yang menjadi sasaran konversi minyak tanah ke elpiji oleh Pertamina. Wakil Dirut Pertamina Iin Arifin Tachiyat, target untuk tahun 2007 diharapkan 1,65 juta masyarakat di Jatim telah beralih ke elpiji. Untuk Jatim, Pertamina telah menunjuk surveyor guna melaksanakan distribusi paket perdana. Untuk Surabaya di bawah kendali Petrogas Jatim Utama dan PT Cahaya Bintang Sembilan (CBS). Sidoarjo dan Malang juga PT CBS. Sementara Gresik, ditangani Universitas Pembangunan Nasional. Kerjasama strategis ini sangat penting untuk dapat mempercepat pendistribusian dan mencapai target yang telah ditentukan oleh pemerintah. “Banyak keuntungan yang akan kita dapatkan dengan program konversi mitan ini. Tidak hanya untuk pemerintah tapi juga masyarakat,” tandasnya. |